Get Adobe Flash player

ads
andy asrul Zany kebahagiaan KEBAHAGIAAN Kebahagiaan pada dasarnya terdiri dari dua sebab utama yaitu dari kondisi diri atas pencapaian dan kondisi diri atas penerimaa... 5

kebahagiaan

KEBAHAGIAAN

Kebahagiaan pada dasarnya terdiri dari dua sebab utama yaitu dari kondisi diri atas pencapaian dan kondisi diri atas penerimaan. Cara memandang diri adalah faktor utama dalam penciptaan kebahagiaan. Analisa dibawah adalah analisa tasawuf dan psikologis dengan fokus kondisi diri, bukan analisa hormonal atau biologis.

Kebahagian berarti pula kepuasan dan rasa yang membuat kita bergairah untuk menjalani hidup. Bagi sebagian besar manusia hal terebut dapat diakibatkan oleh pencapaian cita, harapan atau angan. Ketika kenyataan jauh dari cita maka yang muncul kesedihan. Setiap manusia punya harapan atau angan terhadap swesuatu hal, baik secara fisik maupun non fisik. Ketika kita mendapatkannya maka muncullah kebahagiaan. Kadang bahkan kita mendapatkan lebih dari harapan kita. Tetapi saat pencapaian itu terwujud akankah berhenti sampai disitu? Kodrat manusia adalah selalu meminta lebih, maka kepuasan kadang atas pencapaian tidak akan pernah berakhir. Seperti kiasan yang menyatakan bahwa bila manusia dianugerahi satu gunung maka niscaya akan meminta dua gunung. Itu adalah keserakahan manusia, selalu tidak merasa puas.

Manusia dengan egonya cenderung untuk mengutamakan dirinya sendiri. Dalam meraih kebahagiaan kita kadang berbahagia diatas penderitaan orang lain, atau mungkin berbahagia tanpa memperdulikan yang lain. Dan hal tersebut belumlah sah dalam kehidupan. Saat saat tertentu kita harus bisa menyelami dan ikut ber-empati dan bersimpati terhadap kesedihan yang dialami tiap manusia yang lain. Sedangkan bila kita melihat kebahagiaan dan pencapaian yang dialami oleh seseorang semestinya kita bisa ikut merasakan kebahagiaan. Untuk itu kita harus menyingkirkan penyakit iri atau dengki.

Kegembiraan utama adalah saat kita dapat bersyukur atas segala kondisi yang kita alami, betapapun buruknya. Bukan berati kita mengharapkan keburukan, tetapi dalam setiap kondisi, selalu ada sisi positif yang dapat kita raih. Bahkan dalam kondisi kehilangan pun, selalu ada hikmah yang menyertainya. Dalam perjalanan hidup Selalu ada yang luput dalam dari cita2 kita. Tetap besyukur pada Tuhan adalah cara yang paling baik. Belajar menerima keadaan yang ada, karena tiap keadaan pasti ada peluang untuk memperbaikinya. Ikhlas dalam menjalani hidup betapapun beratnya.

Terkadang kita berusaha membahagiakan orang2 yang kita cintai dengan mengorbankan diri atau ego kita sendiri. Dan itu sangat terasa berat karena bertentangan dengan angan pribadi kita. Manusia seharusnya bisa berkompromi dengan situasi tersebut. Diperlukan positiv thinking, keikhlasan dalam menjalaninya, apapun jalan yang kita tempuh. Karena kebahagiaan kita sebenarnya adalah kebahagiaan orang disekitar kita dan orang oran yang kita cintai.

Kebahagiaan sangat tergantung pada mindset kita terhadap hidup. Kebahagian tidak bisa menafikan kondisi sekeliling kita. Atau menghilangkan karunia yang telah kita terima, betapapun kecilnya. Raihlah kebahagiaan dengan cara dan etika yang beradab. Raihlah kebahagiaan altruistik.

Semoga bermanfaat.

Related Posts On

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Copyright © Wawasan Ipteks

Sponsored By: Free For Download Template By: Fast Loading Seo Friendly Blogger Template