Get Adobe Flash player

ads
andy asrul Zany Manajemen Kepemimpinan Pengertian kepimimpinan Menurut Stoner kepimimpinan adalah suatu proses pengarahan dan pember... 5

Manajemen Kepemimpinan


Menurut Stoner kepimimpinan adalah suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tegas.
Ada tiga implikasi penting dari definisi tersebut :
  1. kepemimpinan menyangkut orang lain bawahan atau pengikut kesediaan mereka menerima pengarahaan dari pemimpin dan bawahan menentukan kedudukan seorang pemimpin. Tanpa bawahan semua kualitas kepemimpinan seorang menjadi tidak relevan.
  2. kepemimpinan menyangkut suatu diskripsi kekuasaan yang tidak sama diantara pemimpin dan anggota kelompok.
  3. seorang pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan tetapi juga dapat mempengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya.
Manajemen Kepemimpinan
Manajemen Kepemimpinan


Teori Kemunculan Pemimpinan

Di dalam menjelaskan asal kemunculan jadi seorang pemimpin terdapat tiga teori yaitu teori genesis, teori social, teori ekologis.
Di dalam teori Ganesis dinyatakn bahwa pemimpin itu tidak disebut akan tetapi sejak lahir mempunyai bakat-bakat untik menjadi pemimpin walaupun dalam situasi kondisi yang bagaimanapun juga. Secara filosofis teori ini menganut pandangan diterminasi.

Pada teori social yang merupakan lawan dari teori genesis menyebutkan bahwa pemimpin itu harus disispakan dididik dan dibentuk, tidak terlahirkan begiu saja. setiap orang dapat menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan, serta didorong oleh kemauan sendiri.

Sedangkan teori ekologis / sintesis menyatakan bahwa seseorang akan sukses menjadi pimpinan, bila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, dan bakat ini sempat dikembangkan melalui pengalaman dan usaha pendidikan, juga sesuai dengan tuntutan lingkungan atau ekologisnya.


Penyelidikan mengenai kepemimpinan di tahun-tahun 30 dan 40-an di arahkan pada cirri fisik, missal : tinggi badan, wajah, stamina, kepribadianya, moral, harga diri, kekuasaan, prakarsa dan lain-lain. Hasil dari penyelidikan tersbut belum dapat menjawab pertanyaan keefektivitas seorang pemimpin tidak di tentukan oleh ciri-ciri dan sifat yang di miliki. Dalam penelitian selanjutnya ditemukan suatu bukti bahwa kepemimpinan yang efektif cenderung mempunyai kelebihan dibidang kecerdasan, kelancaran berbahasa, rasa percaya diri sendir, prakarsa, dorongan prestasi dan ambisi kekuasaan. Bagaimanapun juga hubungan antara cirri-ciri tersebut keefektivitasan pengelolaan masih kabur.

Keith Davis menggolongkan 4 ciri utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan dalam organisasi :

1. Kecerdasan (Intelegensi)
Penelitian menujukan bahwa seorang pemimpin mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi daripada karyawannya, tetapi tidak sangat berbeda.
2. Kedewasaan Sosial dan Hubungan Sosial yang Lias
Pemimpinan cenderung mempunyai emosi yang stabil dan dewasa atau matang, serta mempunyai kegiatan-kegiatan dan perhatian yang luas.
3.Motivasi diri dan dorongan berprestasi
Pemimpin secara relative mempunyai motivasi dan dorongan berprestasi yang tinggi, merka berkeja keras lebih untuk nilai intrinsic daripada ektrinsik.
4. Sikap-sikap hubungan manusia
Seorang pemimpin yang sukses dan mengakui harga diri dan martabat bawahanya, mempunyai perhatian yang tinggi dan berorentasi kepada karyawan.


Pemimpin efektif mempunyai sifat peka terhadap bermacam-macam iklim psikis dari bawahanya. Selain itu seorang yang menyadari kelemahan dan kekuiarangan yang ada pada dirinya dan tidak mencoba untuk menyembunyikan kelemahan tersebuit. Namun demekian dia mempunyai kecerdasan dan ketangkasan di dalam menangkap aspek-aspek teknis dan tugasnya dan mau menempatkan orang lain yang cangkap untuk mengisi kelemahannya. Seorang pemimpin yang efesien mampu menghadapi setiap permasalahan dengan sikap lebih terbuka dan tidak di penuhi dengan ide-ide yang sempit.

Ada yang mempunyai pendapat, bahwa seorang pemimpin yang baik pada saatnya harus dapat menampilkan sikap rendah hati, tidak sombong dan bersedia mendengarkan suara serta keinginan dari pengikutnya secara peka. Pemimpin yang baik juga harus bersikap adil dan bijaksana agar bawahan rela berpartisipasi dalam setiap kegiatan dalam iklim pesikologis yang menyenangkan.

Selain itu dia harus dapat menjadi pusat komunikasi, untuk menyampaikan pikiran dan keinginanya, dangan tidak mengesampingkan informasi-informasi dari lingkunganya. Dan yang terahir adalah bahwa dia harus dapat berjasa sebagai pencari ide,. Artinya bahwa semua ide konstruksi yang di terimanya patut di tanggapi dengan baik. Kemudian di renungkan dan dipertimbangkan denghan bijaksana yang kemudian di implementasikan dalam tindakan-tindakan nyata.

Pendekatan kedua ini mengenai prilaku kepimimpinan yang memusatkan perhatianya pada GAYA yang di gunakan seseorang dalam menghadapi bawahanya. Para peneliti mengidentifikasikan dua gaya kepimimpinan yaitu : gaya berorentasi pada tugas dan gaya yang berorentasi pada karyawan. Pimpinan yang berorentasi pada tuagas akan selalu memberi pengarahan dan melakukan pengawasan secara ketat kepada bawahan agar tugas yang di laksanakan bawahan berhasil dengan baik. Jadi gaya kepimimpinan seperti ini lebih mementingkan terlaksananya tugasdari pada perkembangan dan pertumbuhan bawahan. Pimpinan mengawasi bawahan. Disini seorang pemimpin lebih pada membina hubungan yang akrab penuh kepercayaan dengan anggota kelompok.

Related Posts On ekonomi ,manajemen ,pengantar manajemen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Copyright © Wawasan Ipteks

Sponsored By: Free For Download Template By: Fast Loading Seo Friendly Blogger Template